Laman

Selasa, 10 Mei 2016

MPR RI: Tingkatkan Kemampuan Pengurus dan Kualitas Kader-Kader BKPRMI

Ketua Dewan Pembina DPP BKPRMI, Dr (Hc). Osman Sapta Odang, yang juga Wakil Ketua MPR RIsedang mengisi acara Sosialisasi Empat Pilar dalam Diklatnas BKPRMI pada Jumat (4/3) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Sumber: http://microsite.metrotvnews.com/

Ketua Umum DPP BKPRMI, H. Said Aldi Al Idrus, S.E., (kanan) memberikan cinderamata kepada Wakil Ketua MPR RI, Dr. (Hc). H. Oesman Sapta Odang (kiri), pada Jum'at (4/3), saat membuka acara Sosialisasi Empat Pilar dalam Diklatnas BKPRMI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Sumber: www.gosumbar.com

DPPBKPRMI.BLOGSPOT.CO.ID, JAKARTA - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) harus terus menambah kemampuan pengurus dan mendorong peningkatan kualitas kader-kadernya.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr. (Hc). H. Oesman Sapta Odang, menyatakan hal itu pada Jumat (4/3), saat membuka Sosialisasi Empat Pilar bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Diklatnas) Kader Dakwah BKPRMI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

"Remaja Islam tidak boleh kaku dan hanya terkungkung dalam kelompoknya sendiri. Remaja Islam harus bisa membaur dengan semua kelompok dan mampu memperbaiki diri," tutur Oesman yang juga Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI itu pada Jumat (4/3), seperti dikutip dari laman http://microsite.metrotvnews.com/.

Menurutnya, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, ummat Islam sudah berumpul dan berbaur dengan berbgai golongan. Mereka saling bekerjasama dan saling menguntungkan satu sama lain. Namun dalam hal akidah, ummat Islam harus punya pegangan dan prinsip sendiri.

"Kita tidak boleh ikut-ikutan, apalagi mengikuti nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Islam itu sendiri. Islam itu agama hebat, memiliki Tuhan satu, suri teladan juga satu pada sosok Nabi Muhammad SAW, juga memakai satu bahasa," jelasnya. 

Karena itu, paparnya, BKPRMI tidak boleh berpaling dari Islam, meskipun sayangnya nasib ummat Islam di Indonesia justru memprihatinkan. "Ummat Islam di Indonesia makin terpuruk, dan ditinggalkan agama lain," ucapnya. 

"Seolah-olah Islam makin luntur, seperti lunturnya Pancasila di bumi Indonesia. Padahal di belahan bumi yang lain, Islam berkembang pesat kualitas maupun kuantitasnya," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bang Oso ini pun berharap agar BKPRMI segera bangkit dan mengajak remaja masjid untuk mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. 

"BKPRMI juga harus mengutamakan persatuan karena hanya dengan persatuan remaja masjid bisa meraih kemajuan," tegasnya.

Oesman Sapta pun mengaku dahulu sering tidur di masjid. "Karena itu, dari dulu saya sudah berniat membangun masjid. Begitulah mestinya semangat yang harus dimiliki seluruh remaja Masjid," ujarnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar