Laman

Rabu, 11 Mei 2016

Menag Ajak BKPRMI Bangun Peradaban Ummat Berbasis Masjid

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag., (kiri) usai acara penutupan Diklatnas Kader Dakwah  BKPRMI  Angkatan I Tahun 2016 pada Sabtu (5/3) di otel Sahid Jaya, Jakarta. Sumber: http://www.suaramasjid.com/

DPPBKPRMI.BLOGSPOT.CO.ID, JAKARTA - Masjid merupakan tempat suci yang dapat berperan menjadi media strategis dalam pembangunan peradaban. Bagian dalam masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.

Menteri Agama (Menag) RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, menyatakan hal itu dalam sambutan tertulisnya pada Sabtu (5/3), yang dibacakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag. 

Tepatnya saat menutup acara Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Diklatnas) Kader Dakwah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Angkatan I Tahun 2016 pada Sabtu (5/3) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

"Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, salah satu hal penting yang dilakukan baginda Nabi Muhammad SAW sesaat setelah tiba di Yatsrib adalah membanun Masjid Quba," tutur Muhammadiyah seperti dikutip dari laman http://www.suaramasjid.com/.

Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan betapa penting dan strategisnya fungsi masjid bagi pembangunan sebuah peradaban. Selain itu, Nabi Muhamad SAW juga mempersaudarakan sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar.

"Sekitar 10 tahun pasca nabi hijrah ke Madinah, peradaban yang berbasis kepada ajaran Islam, kebudayaan, dan kemanusiaan itu akhirnya dapat dibangun oleh baginda Nabi Muhammad SAW dan dampak positifnya dapat kita saksikan dan rasakan hingga hari ini," paparnya.

Menurutnya, jika hari ini kita hendak membangun sebuah peradaban ummat dan bangsa yang unggul, tangguh, berkarakter, dan disegani, maka masjid menjadi medium yang tepat sebagai titik pihak dan pengembangan diri.

"Masjid bukan sekedar sebagai tempat sholat dan mengaji, tetapi bisa menjadi kawah candradimuka bagi ummat Islam untuk menyemai semangat menimba ilmu, membangun jejaring silaturahmi, mengembangkan ekonomi, dan mempertajam hubungan spiritual dengan Sang Ilahi," ungkapnya.

Insya Allah, ucapnya, peradaban agung yang kita impikan bersama itu akan terealisasi di Republik Indonesia.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar